Berita
Loading...

Patah Hati Lama-Lama Bisa Bikin Serangan Jantung

Ilustrasi

Orang yang mengalami patah hati dimungkinkan mengalami peningkatan risiko untuk mendapatkan kematian akibat mengalami serangan jantung maupun stroke. Potensi ini meninggi tatkala kesedihan tu tetap dirasakan seseorang hingga beberapa minggu atau bulan seusai pasangan meninggal. Demikian menurut sebuah studi yang dimuat dalam New England Journal of Medicine di tahun 2006.

Cinta yang mendalam dan berakhir dengan kesedihan ini biasanya meningkatkan risiko tersebut setelah enam bulan. Sementara menurut publikasi dari jurnal JAMA Internal Medicine menyebutnya, ditemukan beberapa orang meninggal karena stroke atau serangan jantung akibat kesedihan kehilangan pasangan setelah beberapa minggu atau bulan. Bahkan, efek terhadap serangan jantung dan stroke karena alasan ini kekuatannya dua kali lipat.

“Kami biasanya menggunakan ‘patah hati’ untuk menandakan rasa sakit kehilangan seseorang yang dicintai dan studi kami menunjukkan bahwa sedih akibat kehilangan dapat memberikan efek langsung pada kesehatan jantung,” kata Dr Sunil Shah, salah seorang penulis jurnal, seperti dikutip dari laman Detik.

Patah hati yang berkepanjangan akan menimbulkan stres. Stres ini berpengaruh pada bilik jantung kiri yang kemudian berubah bentuk. Otot jantung lantas menjadi lemah dan bekerja tidak optimal. Dalam dunia medis, sindrom patah hati masuk ke dalam kategori tress cardiomyopathy atau takotsubo cardiomyopath.

Sindrom patah hati lebih berbahaya saat orang yang mengalaminya berusia tua. Perubahan bentuk bilik jantung mengakibatkan gejala serangan jantung yang fatal. Mereka cukup berisiko mengalami kematian di saat kesedihan masih dirasakannya. Oleh sebab itu, mendamping orang patah hati untuk kembali bersemangat sangat penting.
Share on Google Plus

About Risky Nanda

Dilarang berkomentar yang mengandung unsur sara.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment

Patah Hati Lama-Lama Bisa Bikin Serangan Jantung